Rabu, 27 Februari 2013

Kesimpulan



Es krim adalah buih setengah beku yang mengandung lemak teremulsi dan udara. Sel-sel udara yang ada berperan untuk memberikan tekstur lembut pada es krim tersebut. Tanpa adanya udara, emulsi beku tersebut akan menjadi terlalu dingin dan terlalu berlemak.
Selain itu, adanya pengemulsi berupa gelatin dapat mencegah pembentukan kristal es yang kasar sehingga tekstur es krim lebih lembut. Hal ini dapat dikatakan bahwa es krim memiliki sifat koloid pelindung karena mengandung gelatin yang melindungi es krim dari peristiwa koagulasi atau penggumpalan.
Dari percobaan ini, dapat disimpulkan bahwa kunci sukses dari pembuatan es krim adalah pada saat proses pendinginan dan pengocokan. Pengocokan tanpa pendinginan tidak akan menghasilkan buih yang stabil.

Diskusi Hasil Percobaan



Bahan utama dari es krim tersebut adalah lemak dari susu kental manis, gula pasir, padatan non-lemak dari susu segar. Sebagai tambahan, pada bubuk es krim komersil  terdapat pengemulsi berupa gelatin , stabiliser atau pemantap nabati, pewarna makanan (biru berlian Cl 42090, coklat HT Cl 20285, Tartazin Cl 14720), dan perisa coklat. Ada juga

Tentang Koloid

1. Pengertian Koloid 

            Istilah koloid pertama kali diutarakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan melalui membran kertas perkamen. Graham menemukan bahwa larutan natrium klorida mudah berdifusi sedangkan kanji, gelatin, dan putih telur sangat lambat atau sama sekali tidak berdifusi. Zat-zat yang sukar berdifusi

Persiapan Percobaan


Alat dan Bahan

Alat :

  1. Mixer
  2. Baskom
  3. Sendok
  4. Pembuka kaleng

Bahan :

  1. Susu segar